Jumat, 08 Mei 2015

Hidup adalah Bersyukur..

Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga buat blog pribadi..
Bukan.. bukan karena tidak bisa buat atau baru belajar, secara 6 tahun lalu bisnis Saya juga di mulai dari sebuah blog.. Tapi lebih kepada kesiapan mental bila tulisan tangan Saya di baca orang lain :D *nggak pede maksudnya.
Tapi, layaknya gairah yang tidak tersalurkan, hasrat nulis kerap datang menghantui *saaah.. (terutama kalau mau tidur) secara memang dulunya penulis Diary akitf.. hehe..

Kalau pada akhirnya ada yang baca, I would like to say Hi..
Nama saya Yulia, muslimah (saat ini usia 33 tahun), seorang istri dari lelaki yang baik hatinya, seorang ibu dari 3 anak yang luar biasa, seorang pimpinan perusahaan kecil menengah/UKM (saat blog ini start di buat pegawai Saya berjumlah 20 orang), dan seorang yang bahagia lahir dan batin karena tidak satupun dari status yang barusan Saya sebutkan ada di impian saya 15 tahun lalu tapi toh Alloh tetap memberikan kepada Saya.

Latar belakang kehidupan Saya biasa saja..
Ibu saya wanita bekerja (PNS), dengan watak cukup keras yang sepertinya menurun 90%nya ke Saya :D
Ayah saya wiraswasta rumahan bidang listrik.. pemborong listrik kecil2an untuk perumahan/pribadi.
Aslinya 2 bersaudara, dengan seorang adik laki2, namun lebih dekat ke kakak perempuan (yang aslinya sepupu).
Alhamdulillah Kami sekeluarga sholat dan berpuasa
Kelas ekonomi keluarga asal saya kelas menengah biasa. tentram.. damai.. adem ayem..

Teringat waktu SMP dulu pernah Saya menggugat Tuhan.. kenapa saya lahir di keluarga biasa? kenapa saya bukan anak pengusaha atau jendral yang punya uang agak lebih.. Pertanyaan yang pada akhirnya terjawab seiring waktu..
Ketika Saya bertemu seseorang pecandu.. saya bersyukur keluarga saya bebas dari hal seperti itu
Ketika Saya bertemu teman yang ketika SMU sudah mengenal kondom.. saya bersyukur keluarga saya bebas dari hal seperti itu..
Ketika Saya bertemu seorang sulung 12 bersaudara yang harus bekerja keras demi menghidupi ibu dan adik2nya karena Bapaknya mendadak mennggal karena penyakit jantung.. saya bersyukur itu tidak terjadi pada keluarga saya..
Dan ketika Saya bertemu suami saya yang bercerita keluarganya dahulu berangkat dari ekonomi sangat pas2an (bahkan kerap berhutang hanya untuk membeli beras).. disitu kadang saya merasa sedih.. hahaha.. bersyukur maksudnya..

Saya melewati sekolah negeri di daerah Jakarta Timur. 
Dilanjutkan SMK Analis Kesehatan di daerah Pondok Gede Bekasi
Dan ngampus di Fak. Teknik Industri Univ Muhammadiyah Jakarta Pusat.
Nggak nyambung ya.. 
Sebenernya kalau sebelum ambil jurusan dulu ibu Saya baca buku2nya Ayah Eddy mungkin nggak kejadian begitu... salah jurusan..
"Tanpa pemetaan potensi anak, pendidikan adalah expenses" kata Ayah Eddy.. semoga tidak terjadi pada anak2 Saya nantinya.

 Anyway..
Satu hal yang saya yakini 100%, bahwa segala keputusan yang saya ambil.. baik dalam mendidik anak ataupun keputusan bisnis semua dipengaruhi latar belakang pribadi, pendidikan, dan pengalaman masa lalu. Jadi.. tidak ada yang perlu disesali 'because those things made me..'

And these are my stories..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar